Stories for Fachri

As I promise you, katanya kamu mau oleh-oleh cerita liburanku dan yang lainnya.

So let me tell you my stories, there are good, passionate, or even moody kind of stories here. Hehe I'm sorry I'm just a fuckin' moody girl so...yeah.

Maybe you need some snacks or drinks, it's going to be so long hehe..

Tuesday, July 3rd
My God, the day that I've been waiting for is literally come. Gue bahkan terlalu bersemangat buat jalan-jalan naik kereta, yang sejujurnya belum pernah dicoba. Yup, it was my first time. Walaupun naik kereta ekonomi, believe me it was more fun than I think. Naik kereta jam 11.20 lalu sampai Purwokerto jam 16.33. Bahkan di perjalanan gue ga mau tidur i, karena terlalu excited aja liat pemandangan di luar. It was really good view, I wish you could see it too.

Purwokerto ternyata suhu udaranya lumayan dingin, oh have I told you that this city was my momma's hometown? And it was my first time to be in this beautiful city. I love this city in a minute I came here. Entah kenapa bawaannya happy terus di kota ini, udaranya masih dingin dan jalanannya masih sepi sekali, enak ga macet hehe.

Sampai di rumah neneknya Ali, gue langsung nyaman ada disitu. Walaupun di rumah neneknya Ali itu atapnya sering ada tikus lewat, lol tapi gue ga takut kok, cuma takut cicak aja. It was really good being in this house.

Wednesday, July 4th
We were going to Menganti Beach! Walau pun bukan ada di Purwokerto, well Menganti adanya di Kebumen. Perjalanan dari Purwokerto sampai ke Menganti kurang lebih 2,5 jam, dengan jalanan yang super berliku dan naik turun asik gitu i kayak waktu kita ke Sawarna. Oh ya, di Menganti ini kita pasang tenda dan pasang hammock, yup kita camping di atas tebing di Menganti. Buat sampai ke tempat yang pas buat pasang tenda, kita semua hiking ala-ala dulu i hehe alhamdulillah gue ga pernah mengeluh capek atau sakit di sekujur tubuh, karena ya emang se-excited itu gue untuk mencoba hal-hal baru.

Sukses pasang tenda dan pasang hammock, kita siap-siap keluarin peralatan dan bahan masakan karena udah sore dan menuju waktu makan malam. Angin di atas super kenceng i, asli deh badan gue yang super tipis ini rasanya kayak mau terbang wkwk. Tapi pemandangan pantai dari atas itu bagus banget! Ombaknya super gede juga, ngeri juga liatnya.

Lalu, malam hari di Menganti pun tiba. Ga ada lampu sama sekali, gelap banget, kita bikin obor ala-ala gitu sama bonfire yang membantu menghangatkan dinginnya malam hehe. Makan gelap-gelapan ternyata seru juga i, apalagi cuma beralaskan trash bag yang dikasih kertas nasi di atasnya. BUT IT WAS SO FUN! Malam yang semakin dingin bikin kita semua berusaha menghangatkan diri masing-masing. Di atas tebing itu kita bisa liat bintang-bintang i, banyaaak banget. Bahkan kita bisa aja liat galaksi milky way malam itu. I wish you could see it too. That was really beautiful I swear. Tiduran beralaskan rumput-rumput sambil memandang langit yang penuh bintang, gue langsung jatuh cinta sama Menganti. Melakukan hal baru itu emang selalu bikin happy dan excited kan i? Iya, pasti. Dalam hati langsung "Thank God for this beautiful universe and being around these beautiful friends" rasanya mau bersyukur terus tiap saat.

Malam di Menganti rasanya lama banget, but we were having a late night talk even it wasn't all of them. It was only me, Reptil, Ilman, and Ali. Tapi Ali tidur duluan i, lalu akhirnya cuma ngobrol bertiga dan berakhir cuma ngobrol sama Reptil. It was good to tell your friend what you love about and what you passionate about. Kayak sekarang gue cerita semua ini ke lu i, cuma mau berbagi apa yang selama ini selalu bikin gue senang. Semoga ii senang ya baca cerita ini💛

Thursday, July 5th
Morning come! Pagi hari di Menganti semakin dingin i, like I was freezing that day. Menunggu matahari terbit jadi saat-saat paling ditunggu buat menghangatkan jiwa raga ini hehe. Betul sekali, yang ku butuhkan hanya kehangatan di pagi hari yang dingin. Bahkan siang hari dengan panas matahari yang super terik ga bikin Menganti jadi panas, tetap dingin.

Kita mau balik lagi ke Purwokerto nih i sekitar jam 1 siang, setelah sampai di parkiran mobil dan menemukan mobil sewaan kita. Dengan pede si Ilman langsung start nyalain mobil, tapi kayak petir di siang hari, mobil kita ga bisa nyala i. Iya, mobilnya mogok and we didn't know why. Segala cara udah dilakukan tapi tetap aja ga mau nyala, sampai pilihan terakhir ya telfon orang sewa mobilnya. Akhirnya, orang tersebut mau ganti mobil kita dengan yang baru, iya dia samper kita dari Purwokerto ke Menganti. Yup, dari sekitar jam 2 siang kita harus nunggu sampai magrib.

Mungkin hikmah dibalik ini adalah gue dan yang lain bisa menikmati sunset di Menganti, jadi di depan parkiran mobil ini adalah area pantainya i. Lumayan ya menikmati langit sambil foto-foto. Have I told you that I really love the sky? Gue selalu kasih label sama diri gue dengan "pleased by the skies" karena ya sebahagia itu untuk liat langit, apalagi langit sore di pantai. Dan lagi, rasanya mau bersyukur terus liat keindahan ini.

Setelah akhirnya orang sewa mobil dateng dengan mobil yang akan ditukar, dia coba untuk nyalain mobil kita yang mogok dan jengjeng.....mobil kita langsung nyala i, ga ngerti lagi ada doa-doa apa yang menyelimuti mobil sewaan ini. Langsung kita semua balik ke Purwokerto.

Friday, July 6th
Rencananya hari Jumat ini gue, Visty, Ilman, Almer, Benteng, Acol, dan Andini bakal menuju Jogja, tapi karena udah sore dan menurut Bokapnya Ilman lebih baik kita check in di Wisma PU hari Sabtu aja. Tapi, Visty, Acol, Almer, dan Andini memutuskan untuk pergi ke Jogja duluan aja. Oh iya, kita selama di Jogja tinggal di Wisma PU i, Wisma kantor Bokapnya Ilman i.

Well, ketika Pasutri a.k.a Pasukan Suami Istri udah pada pergi ke Jogja wkwk gue dan yang lainnya yang masih di Purwokerto memutuskan untuk jalan-jalan keluar rumah biar ga bosen. Kita pergi ke Suluk Coffee i, tempat nongkrong ngopi gitu tapi super murah. Bertemu dengan teman-teman Ilman disana, gue hanya cewek sendiri tapi entah kenapa menikmati aja suasana malam itu. Mungkin gue emang terlalu tomboy? Hmm iya deh gue mengakui itu. Setelah dari Suluk kita lanjut makan di Waroeng Ora Umum, kalo di Jakarta mah kayak Warung Upnormal i. Tapi ini jauuuh lebih murah dari Upnormal dan lebih enak.

Balik lagi ke rumah neneknya Ali, gue yang tadinya tidur bertiga dengan Visty dan Andini akhirnya tidur dengan sepupunya Ali. Iya daripada tidur sendirian kan.

Saturday, July 7th
Well, bangun tidur langsung mencari teman yang bakal pergi ke Jogja. Ketika ke kamar para lelaki, gue ga menemukan Ilman dan Ali. Hmm, malamnya mereka pergi ke kosan temannya Ilman, iya yang sebelumnya nongkrong di Suluk itu. Bangun tidur udah bete aja karena ini mereka literally ga pulang. Akhirnya telfonin mereka sampai pulang.

Ya udah, ini emang gue terlalu moody sekali jadi gitu aja dibikin bete. Rasanya ga mau ninggalin Purwokerto secepat itu. Tapi akhirnya gue, Ilman, dan Benteng berangkat juga ke Jogja jam 11 siang, bus ke Jogja baru ada jam 2 siang i hadeuh ku harus menunggu lama.

Di perjalanan ke Jogja rasanya lama banget, karena baru sampai jam 7 malem di terminal. Rasanya udah capek dan pengen cepet sampai Wisma untuk tiduran, apa lah daya ga ada gocar yang mau pick up gue, Ilman, dan Benteng. Dari terminal ke Wisma itu jaraknya 3 km i, dan yes kita akhirnya jalan kaki sampai Wisma. Engga, gue ga ngeluh capek, malah semangat banget jalan kaki. Udahnya ya pegel juga emang ini kaki.

Sampai Wisma senaaang, kamarnya nyaman. Btw kita bertiga akhirnya gabung lagi sama Pasutri wkwk oke sekarang panggil si 2 pasang itu Pasutri aja. Jadi di Wisma buka 3 kamar, 2 kamar dengan 2 tempat tidur dan 1 kamar dengan 3 tempat tidur. Ya jelas sekali pasti gue berada di kamar yang mana, that's right! 1 kamar dengan 3 tempat tidur bersama Ilman dan Benteng. Tempat tidurnya kita gabungin jadi 1 i, jadi gue tidur dikelilingi 2 laki-laki itu. 2 kamar lainnya ya udah jelas ditempati Pasutri.

Entah kenapa, Jogja punya suasana yang berbeda dari Purwokerto. I like Purwokerto more than Jogja. Berada di kota Jogja lagi setelah sekian lamanya terasa beda sih.

Sunday, July 8th
Hari yang menyenangkan buat jalan-jalan ya sepertinya. Kita semua sewa mobil lagi sehari buat jalan-jalan, pergi ke taman bunga matahari di Bantul, trus ke pantai dengan pasir warna hitam tapi super panas banget pasirnya dan sayangnya banyak banget sampah, baliknya kita ke pergi beberapa hutan pinus gitu. Malamnya kita makan malam di Bakmi Jowo Mbah Gito i, sukaaa banget sama tempatnya tapi sayangnya harga makanan disitu juga udah lumayan mahal.

Well, setelah makan malam para lelaki mau nongkrong di tempat gaulnya Jogja a.k.a minum sesuatu yang bikin mereka hangat mungkin. Ga tau kenapa rasanya gue udah capek aja, tapi ga mau ngeluh sama sekali karena ya buat apa ngeluh kan. Mungkin karena udah capek jadi gampang banget terbawa emosi, yup you know siapa yang selalu bikin gue terbawa emosi. That Man, rasanya mau nangis aja i kalo udah marah yang dipendam gitu. Marahnya ya karena masalah dia ga pulang itu waktu masih di Purwokerto. Akhirnya ya gue diem aja, berusaha menahan itu semua.

Hehe I told you that there will be a moody kind of story. So maybe this is the part. I'm sorry that I have to tell you this story, but sometimes I really need someone to listen to every stories that I have.

Yaaa malam itu emang terlalu lelah buat gue, sampai ke Wisma pun gue diem aja, bahkan setiap ditanya gue ga jawab apa-apa. Am I really that moody?

Monday, July 9th
Rasanya udah terlalu lama banget jauh dari rumah, but somehow gue menikmati jauhnya dari rumah. Senin ini kita jalan-jalan naik Trans Jogja, mobilnya udah kita balikin lagi. Ke Malioboro naik Trans Jogja menyenangkan juga, karena ga sepadat di Jakarta. Tapi gue belum merasakan nikmatnya berada di Jogja, entah kenapa belum bisa jatuh cinta sama kota ini.

Setelah sampai sore di Malioboro, kita semua memutuskan balik aja ke Wisma untuk istirahat. Well, mungkin suasana hati gue belum sepenuhnya membaik dari malam sebelumnya. Malam terakhir disini jadi ga begitu istimewa juga. Ga seperti nama kotanya, gue belum merasakan keistimewaan Jogjakarta. Even this city is good tho.

Tuesday, July 10th
Finally pulang juga! Senang akhirnya pulang, walau pun masih betah bersama orang-orang ini. Tapi Jogja ga bikin gue betah lama-lama. Kita naik kereta jam 7 pagi dan sampai jam 15.02, rasanya terlalu lama di kereta.

Well, pagi itu terlalu banyak drama i. Mungkin karena kita semua udah terlalu lelah, keliatan dari muka kita semua sih seberapa lelahnya. Some kind of drama with that Man again, like "oh God why the hell we have to argue with those stupid things?". Cuma karena hal kecil aja bisa berakhir jadi berantem kecil yang ga terlihat, a.k.a dia memilih ngetweet untuk mencurahkan perasaan kekesalannya daripada bicara langsung sama gue. Yang seharusnya dia duduk samping gue di kereta malah minta tuker sama Benteng. It hurts i, really hurts me. Lucu aja kita udah berteman lama tapi sama masalah kecil ga pernah mau omongin langsung, kita ini teman atau apa sih? Gue bingung. Gue berusaha untuk jadi perempuan yang kuat i, but I can't...I can't...I cried.

OMG I'm sorry that this part is really fucked up story. But then again, I just want you to know my whole story.

Sampainya di Jatinegara, gue masih aja dengan suasana hati yang ga enak. Lebih banyak diem. Dan langsung mikir, kayaknya gue ga pernah cocok dengan Jogja. Karena udah 2 kali kesana belum ada yang meninggalkan kenangan manisnya. Kenapa berujung jadi sedih ya. Ini salah kotanya atau emang gue yang terlalu lebay sih? Tapi ya gitu, belum ada getaran indah selama di Jogja. Purwokerto and Menganti will always be my favorites.

So, to my dearest Fachri, these are my stories. I'm sorry that I'm not a really good story teller. I'm still learning. I wish you could share some story with me. And I'm sorry that I have to end my stories like this.

Your bestie,
Echy💛

Komentar